Kasus Etika : Mengundurkan Diri atau Melayani ?

Diposting oleh stevi grace polii

 Dari kasus etika tersebut, dapat diketahui kronologi permasalahannya sebagai berikut :
1.     Perusahaan sedang mengalami penurunan profitabilitas. Profitabilitas atau kemampuan memperoleh laba adalah suatu dalam presentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima.
2.      Usulan untuk pihak manajemen agar melakukan upaya tagihan beberapa kredit yang macet dan menyesuaikan beberapa kebijakan akuntansi agar membuatnya tidak terlalu konservatif.
3.      Bent Hunt adalah seorang Auditor untuk Prairienland Bank yang khawatir atas opini yang diberikan atas laporan keuangannya.
4.      Bent Hunt melakukan konsolidasi dengan pihak manajemen untuk membahas permasalahannya.
5.      Pihak manajemen menolak usulan tersebut dan mereka membuat kebijakan untuk bekerja sama dengan sebuah perusahaan dalam hal mengasuransikan setiap permasalahan bank.
6.      Ben meminta nasihat kepada James berkaitan dengan perilaku akuntansi yang dipakai oleh pihak manajemen dan resiko-resiko auditnya.
7.      Ben dan James spekat bahwa mereka memutuskan mengundurkan diri dari kerjas sama dengan Prairienland Bank.
8.      James bertemu dengan Jack Lane dan Jack Lane yang baru saja mendapatkan klien Prairieland Bank.

Pertanyaan :
1.      Apakah keputusan yang Ben lakukan, Mengundurkan diri atau untuk melayani ?
2.      Apakah yang seharusnya James lakukan ?

Jawaban :
1.      Apakah keputusan yang Ben lakukan, Mengundurkan diri atau untuk melayani ?
Jawab : Mengundurkan diri, Alasannya
A.    Ben dan James sudah tidak sependapat lagi atas kebijakan yang di ambil oleh pihak manajemen Prairieland Bank. Dan apabila mereka tetap mengikuti keinginan dari pihak manajemen Prairieland Bank maka mereka akan mengalami resiko-resiko sebagai auditor.
B.      Jika mereka tetap melayani maka apa yang mereka lakukan akan menyimpang dari standar umum auditor dimana sikap indenpendensi sebagai seorang auditor harus dipertahankan.
C.     Dan pada kode etik auditor sendiri menyatakan bahwa “Kode etik merupakan dasar profesionalisme auditor dalam pelaksanaan audit. Profesionalisme dari seorang auditor tercemin dari sikap dapat dipercaya, memiliki integritas, dapat menjaga kerahasiaan dan berpendirian. Dan dalam hal ini Ben dan James apabila mereka tetap mengikuti kebijakan dari pihak Prairieland Bank, mereka tidak bisa menunjukkan sikap berpendirian, karena penilaian yg ia berikan tidak sesuai dengan penilaian yang proporsional dan kontekstual yang ia temukan di perusahaan tersebut. Dalam hal ini adalah “Penjelasan bahwa ketentuan untuk pinjaman yang diragukan terlalu rendah, sedangkan pihak perusahaan Prairieland Bank tidak ingin meningkatkannya karena akan menurunkan keuntungannya.

2.      Apa yang seharusnya James Lakukan ?

Jawab : dengan melihat keadaan permalasahannya maka james sebaiknya memberitahukan kepada Jack Lane bahwa dia baru saja mengundurkan diri sebagai mitra dari Prairieland Bank dengan menjabarkan alasan-alasan kenapa dia berhenti agar membuat Jack Line menimbang kembali tawaran yang telah diambil.

EXAMPLES OF CONVERSATION

Diposting oleh stevi grace polii

Bambang
:-
Excuse me, my name is Bambang.
I don't think we have met before, have we?
Bryan
:-
I'm Bryan. You're quite right.
I don't think we have met before. Very happy to meet you.
Bambang
:-
Thank you.
Would you please let me know something about you?
Bryan
:-
Thanks. I'm a new-comer here.
But my grandparents are quite used to this place.
I've been with my parents at Jakarta.
Bambang
:-
Kashmir! When did you come here?
Bryan
:-
Only last week. Now we have vocation.
I want to spend my vocation with my grandparents.
Bambang
:-
It's of course very nice.
I hope you can tell me more about Jakarta.
Bryan
:-
Certainly. And you can tell me much about this beautiful place.
Bambang
:-
With pleasure. Sorry mother is calling me.
Let's meet here at 10. I'll be free then.


HOWARD'S MORNING

Diposting oleh stevi grace polii


The clock radio played/t/ soft music, but it sounded/id/ far away to Howard. At last, he opened/d/ his eyes, rolled/id/  over, and looked/t/ at the clock. He turned/d/ away and started/id/ to go back to sleep when suddenly he realized/t/ that it was already eight o’clock. He was late. He jumped/d/ out of bed, quickly shaved/t/, brushed/d/ his teeth, combed/id/ his hair, and got dressed/d/. He’d wanted/id/ to take a shower, but decided/id/ that there wasn’t enough time. He rushed/d/ down the stairs and into the kitchen. He hated/id/ being late. Hurriedly, he fixed/d/ breakfast-coffee and a toasted/id/ English muffin (no time for his usual fried/d/ egg)-and raced/d/ out the door. He started/id/ his car and had just pulled/d/ out the driveway when the thought popped/id/ into his mind: it was Saturday; he didn’t have to go to work after all. He slowly returned/d/, climbed/t/ the stairs, changed/t/ his clothes, and went back to bed again.

LAUNDRY TIME

Diposting oleh stevi grace polii


Liz hates/s/ doing the laundry. She realizes/iz/ that four weeks/s/ have passed since her last trip to the Laundromat. There are There are piles/s/ of clothes/s/ in the closets/s/, the sheets/s/and towels/s/ are dirty, she’s/z/ been wearing the same pair of blue jeans/s/ for nine days/s/, and she doesn’t/z/ have any clean socks/s/ or blouses/iz/ left. She thinks/s/ about it while she watches/iz/ one of her favourite TV shows/z/. She wishes/iz/ she didn’t have to do such chores/s/ . Then she opens/s/ a book, turns/s/ the pages/z/ , and tries/s/ to study. The phone rings/s/ : one of Liz’s/iz/ now or never. She can’t go to the party unless she washes/iz/ one of her new dresses/iz/. She stuffs/s/ all her clothes/s/ into two laundry bags/s/. She strips/s/ the bed and pulls/z/ the pillowchases/iz/ off the pillows/z/. She goes/z/ through the apartment, picking up everything in sight. Finally, she grabs/z/ some coat hangers/s/, two boxes/iz of detergent, and her keys/iz/, and closes/iz the door behind her. She hopes/s/ she won’t be too late. She arrives/s/ at the Laundromat, carries/z/ in all her belongings/s/, and searches/iz/ for some empty machines/s/. But they’re all either in use or out of order. She sighs/s/, picks/s/ up everything, and drives/z/ to the local video store to rent a couple of movies/z/

PROSPEK INVESTASI DI INDONESIA

Diposting oleh stevi grace polii


A. Pengertian Prospek dan Investasi
Prospek
Siswanto Sutejo (1945;28) menyimpulkan secara jelas prospek adalah ; “Suatu gambaran keseluruhan, baik ancaman ataupun peluang dari kegiatan pemasaran yang akan datang yang berhunbungan dengan ketidak pastian dari aktifitas pemasaran atau penjualan”. Dengan demikian prospek merupakan kondisi yang akan dihadapi oleh perusahaan dimasa yang akan datang baik kecendrungan untuk meningkatkan atau menutup. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai peluang dan ancaman yang dihadapi. Kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan sehingga diperlukan perencanaan dan perumusan strategis perusahaan secara baik. Khususnya kebijakan pemasaran dan perusahaan dapat meningkatkan pemasaran produksinya dengan memanfaatkan peluang-peluang dan mengetahui berbagai bentuk ancaman dikemudian hari.

Investasi
Menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh tambahan atau keuntungan atas uang atau dana tersebut. Menurut wikipedia Indonesia, investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumilasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Terkadang, investasi disebut juga penanaman modal.

Jadi dapat disimpullkan bahwa prospek investasi adalah suatu kondisi yang diharapkan perusahaan untuk memperoleh tambahan modal maupun keuntungan di masa yang akan datang.

B. Bagaimana Prospek Investasi Di Indonesia
Ditengah krisis dunia, ekonomi di indonesia masih di anggap ideal sebagai tempat menanam modal. Banyak pakar dan pengamat ekonomi Indonesia sepakat kalau keadaan ekonomi di Indonesia bisa dibilang cukup bagus dan baik. Yang mempengaruhi beberapa prospek investasi di Indonesia di tahun 2012 menurut dari suatu artikel yang saya baca di www.rupiahindonesia.com adalah sebagai berikut :
a. Tabungan dan deposito
b. Reksadana pasar uang
c. Reksadana campuran
d. Logam mulia
e. Valuta asing
f. Agribisnis
g. Apartement
h. Property
i.  Sumber Daya Alam

Misal prospek investasi Indonesia di bidang property. Semakin tahun semakin prospeknya semakin meningkat. Prospek investasi properti di Indonesia cukup menjanjikan karena produk investasi tersebut memiliki tingkat keamanan lebih baik dibandingkan jenis lain yang ditawarkan kepada masyarakat di Tanah Air. Prospek property di Indonesia  merupakan yang terbaik di dunia. Ada tiga alasan mengapa prospek bisnis properti Indonesia jadi yang terbaik di dunia. Pertama, masih ada 14 juta dari 61 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Kedua, pemerintah semakin kesulitan menyediakan rumah bagi keluarga kelas menengah ke bawah. Tengok saja, permintaan rumah mencapai 900.000 unit per tahun, sementara pasokan hunian hanya 80.000 unit dalam setahun. Ketiga, semua segmen pasar properti di Tanah Air terbuka luas sebagai investasi, termasuk pasar kelas paling bawah. Sedangkan di luar negeri, bisnis properti untuk pasar kelas menengah ke bawah tertutup untuk pengembang dan investor.

Kunci keberhasilan Indonesia dalam memastikan prospek investasi yang lebih atau tetap cerah seperti beberapa tahun terakhir terletak pada menentukan proses apa yang harus diwujudkan. Dalam hal investasi sektor riil, proses tersebut dapat dikategorikan menjadi tiga.

Pertama proses mewujudkan iklim investasi yag lebih menarik dan kompetitif dari segala keamanan, kecepatan pelayanan perizinan, dan kepastian hukum.

Kedua adalah proses mempromosikan Indonesia kepada dan di antara negara-negara lain di Asia dan dunia.  

Ketiga adalah proses mempertahankan investasi yang sudah berjalan atau sudah disetujui. Agar investasi yang sudah ada bisa ditingkatkan maka dukungan masyarakat terhadap pentingnya investasi juga perlu  ditingkatkan.

Inilah tiga proses atau lebih tepatnya tiga proses yang harus dipenuhi oleh Indonesia untuk memastikan prospek investasi yang tetap cerah di tengah-tegah resesi perekonomian global. Tiga prinsip tersebut bila dijalankan dengan baik akan mengemas profil, kebutuhan, dan karakter Indonesia sebagai tujuan investasi unggulan.

MEMBENAHI HUKUM EKONOMI DI INDONESIA

Diposting oleh stevi grace polii


Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Hukum ekonomi mengatakan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau dengan pengorbanan minimal untuk mendapatkan hasil tertentu. Ini lebih tepat dari pada dengan pengorbanan seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Karena pengorbanan dan hasil bisa menjadi variabel bebas dan terikat yang saling berhubungan. Selain itu, sangat tidak mungkin jika tanpa usaha akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Segala sesuatu yang dikorbankan akan menghasilkan sesuatu. Jika tidak menghasilkan apapun maka pengorbanan tersebut sia-sia atau percuma.
Pembangunan bidang ekonomi dan bidang kehidupan lainnya akan dapat berjalan lancar dengan dukungan dari pembenahan di bidang hukum. Tekad pembangunan bidang ekonomi didasarkan atas hokum lebih ditegaskan dalam Batang Tubuh UUD 1945 pasal 33. Berdasarkan hal ini sudah selayaknya pembenahan segala bidang hokum ekonomi dilakukan dengan selalu mengacu pada tekad yang telah digariskan.

Hukum ekonomi di Indonesia dibedakan menjadi 2, yaitu :
1.      Hukum ekonomi pembangunan yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara nasional.
2.      Hukum ekonomi sosial yang menyangkut pengaturan pemikiran hukum mengenai cara-cara pembagian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan merata dalam martabat kemanusiaan (HAM) manusia di Indonesia.

Hukum Ekonomi bukan tidak ada di Indonesia melainkan hokum tersebut masih abstrak, belum maksimal dan tidak berjalan dengan baik sehingga banyak terjadi pelanggaran – pelanggaran hokum dalam perekonomian Indonesia. Berikut ini adalah faktor – faktor yang menyebabkan hukum ekonomi di Indonesia belum dilakukan secara maksimal :
1.        Didalam masyarakat sendiri masih sedikit pengetahuan tentang hukum perekonomian.
2.        Didalam kalangan Pemerintahan banyak pejabat yang asal dalam melaksanakan suatu rencana – recana kerja, dan akhirnya membuka peluang untuk oknum pejabat berbuat korupsi.
3.        Banyak kebijakan – kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah yang sangat melenceng dari Undang - Undang Dasar 1945 sebagai pedoman hukum negara Indonesia.
4.        Dalam masa sekarang banyak keputusan tentang kebijakan ekonomi yang sudah diIntervensi oleh kepentingan – kepentingan asing yang sangat besar pengaruhnya di Indonesia sebagai pemilik modal atau investor dari asing yang ada di Indonesia.

Pembenahan hukum ekonomi di Indonesia harus diterapkan mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai para petinggi – petinggi Negara ini. Untuk memaksimalkan peranan hukum dalam melindungi kepentingan-kepentingan masyarakat di era pasar bebas ini tidak cukup dilakukan dengan melakukan perubahan substansi peraturan perundang-undangan, tetapi juga harus dilakukan dengan pembaharuan pola pikir dan budaya manusianya seperti menjadikan masyarakat Indonesia berbudaya patuh hukum, meningkatkan profesionalisme aparat penegak hukum serta meningkatkan jiwa nasioalisme anggota legislatif sehingga menghasilkan peraturan perundang-undangan yang melindungi kepentingan bangsa, bukan peraturan perundang-undangan yang pro terhadap kepentingan kelompok tertentu apalagi pihak asing.
Jadi cara membenahi hokum ekonomi di Indonesia adalah dengan mengurangi factor – factor yang menyebabkan hokum ekonomi tersebut tidak berjalan maksimal. Mulai dari mind set konsumen, pengetahuan akan hokum tersebut, sampai pada kebijakan – kebijakan pemerintah di bidang hokum ekonomi mesti diperbaiki.

Disciples - LASKAR KRISTUS (lyrics)

Diposting oleh stevi grace polii


CHORUS:
SAYA BUKAN PASUKAN BERJALAN
PASUKAN BERKUDA
PASUKAN MENEMBAK
SAYA TIDAK MENEMBAKI MUSUH
TAPI SAYA LASKAR KRISTUS

1ST VERSE
AKULAH BAGIAN DARI SATU PASUKAN
TAPI PERANG FISIK TIDAK KULAKUKAN
BUKAN BERSERAGAM KAMUFLASI
ATAU DAR DER DOR, UDAH BASI

DIRIKU BERPERISAIKAN IMAN
DIRIKU BERSENJATAKAN FIRMAN
DIRIKU BERSEMANGAT MENGGELEGAK
DIRIKU TETAP BERDIRI TEGAK

KU DI SINI BUKAN ANGKATAN BERSENJATA
MENEMBAKI MUSUH DENGAN RATA
BERBAJU DINAS UNTUK BERPERANG
DAN SIAP UNTUK MENYERANG

TAPI KU MELANGKAH DI JALAN TUHAN
DI MANA KU TEPIS SEMUA KERESAHAN
MENJAUHKAN DIRI DARI KEGELAPAN
COBA UNTUK MENGHINDARI KEHILAFAN

2ND VERSE:
IBLIS MEMANAH DENGAN API
KUSEMPAT CEMAS TETAPI
KUTANGKIS DENGAN FIRMAN SUCI
FOR HIS WORD IS THE LAM UNTO MY FEET

BUKAN SALIB ATAU BAWANG PUTIH
USIR IBLIS GUNAKAN KITAB SUCI
ALKITAB DIBACA JANGAN SIMPAN DI LACI
ANGKAT PANJI DIA LAYAK DIPUJI


BRIDGE:
SAYA LASKAR KRISTUS (SIAP GRAK!)
SAYA LASKAR KRISTUS (SIAP GRAK!)

SAYA TIDAK MENEMBAKI MUSUH TAPI SAYA LASKAR KRISTUS